Yaa Salaam...Kenapa Pakai "Yaassalaam"?

"Yaassalaam...!"
"Kok, Yaassalaam?"
"Lalu?"
Alif lam pada kata "Allah" bukan kata musytaq, namun integral. Satu kesatuan. Berbeda misalnya dengan alif lam pada kata "Al-ustadz", ia bisa berdiri tanpa kata alif lam tergantung penggunaan kalimat.
Dalam seruan, kita bisa menggunakan "Yaa Allah" namun kita tak bisa menggunakan seruan "Yaa Al-ustadz" (jika memang mau tetap menggunakan al-ustadz untuk seruan kita tidak bisa memakai "Yaa" melainkan "Yaa Ayyuhaa" dalam hal ini).
Bagaimana jika menggunakan sifat-sifat Allah untuk seruan, misal Arrahman?
Kita bisa menggunakan "Yaa Rahmaan", namun kita tidak bisa menggunakan "Yaa Arrahmaan".
Begitu pun dengan kata yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari seperti "Yaassalaam", seakan ada alif lam. Seharusnya adalah "Yaa Salaam".
Wallahua'lam.



0 Response to "Yaa Salaam...Kenapa Pakai "Yaassalaam"?"

Post a Comment